Langsung ke konten utama

November..

Hi, November..


Di tengah malam yg rinai, merangkai aksara adalah menjadi kegiatan yg manis. Tidak percaya? Cobalah.. Atau setidaknya, turut membaca sajak ini bersamaku saja. Tapi sebelumnya, aku ingin bercerita. Sore tadi, aku mulai memperhatikan langit sambil terus berandai-andai. Sudah lama dia tidak dijenguk oleh geng warna yg selalu mendapat pujian itu, Sapaan akrabnya Pelangi. Ia adalah rupa yg dapat dinikmati oleh siapapun tanpa batas usia. Ah kenapa jadi panjang lebar. Sudah ya, ku mulai saja kalau begitu..

Datang~Pergi

Senja tidak menyapaku lagi,
Mungkin dia kesal setiap petang ku tunggu.
Aku tau bebannya sangat berat
Untuk selalu bisa menciptakan
Rona jingga yg anggun demi penikmatnya.
Yg ku temui sore ini 
adalah pekatnya mendung
Bersama titikan hujan yg sendu
Seakan memberitakan kehilangan.
Aku terdiam,
Menyuguhkan wajahku pada langit
Mencari jawaban atas segala kepergian.
Lama..
Setelah reda, elok pelangi ku dapati
Mungkin ingin mengabarkan
Bahwa tak hanya hitam,
Masih ada banyak warna yg lantas datang.

Komentar

Posting Komentar